Oleh: galih adhidharma | September 23, 2012

Kehidupan Bermasyarakat

“Hidup bermasyarakat itu tidak mudah. Anda harus tahu kapan harus memulai dan kapan harus mengakhiri. Anda juga harus tahu apa yang sebaiknya Anda lakukan sebelum tetangga Anda memberitahukannya. Jika Anda belum cukup dewasa, jangan harap Anda bisa hidup di tengah masyarakat. Tetapi Anda harus ingat bahwa hidup bermasyarakat tidak selamanya lancar.”

Hari ini saya  mendapatkan sebuah cerita dari Ibu dan Bapak saya. Dinamika bertetangga. Seorang ibu, sebut saja Ibu Melati, kemarin sakit mata terkena debu. Beliau kebetulan di rumah sendirian. Suami dan anaknya kebetulan sedang sakit dan dirawat di rumah sakit. Ibu tersebut meminta bantuan kepada tetangganya, sebut saja Ibu Mawar. Ibu Melati meminta tolong kepada Ibu Mawar agar mencarikannya taksi. Ibu Mawar kemudian menghubungi tetangga yang berprofesi sebagai sopir, sebut saja Pak Kumbang. Pak Kumbang segera memenuhi panggilan untuk membantu Ibu Melati. Namun, di saat yang sama Ibu Kamboja, seorang warga di kompleks yang sama, juga membutuhkan jasa Pak Kumbang untuk mengantarnya ke suatu tempat. Pak Kumbang yang tidak dapat memenuhi panggilan dari Ibu Kamboja karena sedang mengantar Ibu Melati pun kena marah. Ibu Mawar yang merasa bersalah kepada Pak Kumbang pun menyempatkan datang ke rumah Ibu Kamboja untuk menjelaskan duduk masalahnya. Ibu Mawar menceritakan kronologi bagaimana hal itu terjadi. Namun, jawaban Ibu Kamboja cukup mengejutkan, “Pak Kumbang itu sudah saya bayar Rp 750.000,00 per bulan untuk mengantar saya kapan pun saya ingin pergi. Otomatis Pak Kumbang itu jadi orang saya dan orang lain tidak boleh memakai jasa Pak Kumbang.” Ibu Mawar karena tidak menyangka akan mendapat jawaban seperti itu hanya bisa diam. Memang, Ibu Kamboja adalah orang kaya yang dihormati di kompleks ini. Namun, sikapnya yang arogan itu telah melukai hati 3 orang sekaligus. Pertama Ibu Melati yang sedang membutuhkan bantuan darurat, kedua Pak Kumbang yang kena marah atas sesuatu hal yang tidak pas, dan ketiga Ibu Mawar yang sudah berusaha menjelaskan namun mendapatkan jawaban tidak menyenangkan.

Entahlah apa yang terjadi dengan kehidupan bermasyarakat. Saya masih harus banyak belajar dan berhati-hati.

Iklan

Responses

  1. tapi mutual juga, bisanya jadi dewasa kalau bersosialisasi Gal, bermasyarakat..

    • yup yup benar sara, tapi harus punya kedewasaan level pemula dulu biar bener2 bisa nambah dewasa. huahaha


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: