Pemulung Ide Sampah Yang Tercecer

Desember 4, 2009

Tastes and Preferences

Diarsipkan di bawah: Berita Ekonomi — Tag: — galih adhidharma @ 2:24 pm

1.

permintaan berbeda antar negara baik karena orang memiliki selera yang berbeda dan karena tuntutan bergantung pada pendapatan per kapita saat selera adalah identik tetapi Nonhomogeneous. Studi empiris permintaan cenderung sangat menolak hipotesis homogenitas, seperti akan kita bahas lagi dalam bab berikutnya. Dalam spesifikasi relatif sederhana pola permintaan, negara-negara cenderung untuk mengimpor barang-barang yang mereka memiliki preferensi kuat.

2.

perbedaan dalam permintaan yang disebabkan oleh perbedaan dalam pendapatan per kapita adalah batu penjuru dari hipotesis Linder. model ini memiliki unsur-unsur lain, seperti peran pengusaha dalam mengembangkan produk baru, namun pendapatan per kapita adalah pusat implikasi dari model-model untuk pertanyaan perdagangan internasional. negara dapat mengekspor produk-produk hanya mereka yang seorang pengusaha telah dirasakan dan mengisi permintaan domestik. demikian, perdagangan dalam manufaktur yang paling umum di antara negara-negara maju, yang memiliki selera serupa karena pendapatan per kapita yang sama.

3.

keberadaan beberapa perdagangan intra-industri ini disebabkan oleh kategorisasi industri untuk tujuan pelaporan data perdagangan. sebagian disebabkan oleh biaya transportasi dalam hubungannya dengan pasar lokal yang meluap perbatasan nasional. yang paling penting, bagaimanapun, IIT adalah hasil preferensi untuk berbagai produk dalam kaitannya dengan skala ekonomi.

4.

faktor-faktor ini dapat dikombinasikan dengan pengertian nonhomogeneous preferensi dan faktor pendukung ke dalam satu kesatuan model yang menjelaskan prevalensi manufaktur perdagangan dibedakan antara negara-negara maju dan prevalensi antar-industri perdagangan antara negara-negara maju dan negara berkembang.

5.

produk daur-model juga sangat bergantung pada perbedaan dalam permintaan yang terkait dengan pendapatan per kapita. dasarnya, model siklus berguna dalam memahami pentingnya inovasi produk dan teknologi difusi dan internasional. proses-proses ini memiliki pengaruh penting pendapatan di negara yang berbeda.

6.

model siklus dikritik di berbagai landasan. yang lebih memuaskan teori dinamis perdagangan menunggu perkembangan lebih lanjut dari model-model yang saling ketergantungan menangkap perubahan teknis dan pendapatan per kapita.

Desember 2, 2009

Desperate…

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — galih adhidharma @ 7:31 pm

Sedih ini…. membuatku merasa dimensi membesar seketika tak berbatas dan suara menggema ketika ku berteriak… kemanapun aku pergi, aku tak beranjak dari tempatku. hampa… kosong… putih…. senyap.

Harapan…kembalikan harapanku… bantulah aku, siapapun…apapun…

Desember 1, 2009

Hiperinflasi di Jerman, Tahun 1921-1923

Diarsipkan di bawah: Berita Ekonomi — Tag:, , — galih adhidharma @ 10:14 am

Pada tahun 1921, kebutuhan untuk mereparasi dan merekonstruksi ekonomi setelah Perang Dunia 1 mengakibatkan pengeluaran pemerintah jerman jauh melampaui pendapatannya. Pemerintah dapat memperoleh pendapatan untuk menutupi pengeluaranyang  meningkat ini dengan menaikkan pajak, tetapi solusi ini, seperti biasa, politik, tidak populer dan akan butuh banyak waktu untuk dilaksanakan. Pemerintah dapat juga memiliki pengeluaran dengan biaya dari pinjaman dari masyarakat, namun jumlah yang dibutuhkan jauh melebihi kapasitasnya untuk meminjam. Hanya ada satu jalan yang tersisa: mesin cetak. Pemerintah dapat membayar pengeluaran hanya dengan mencetak lebih banyak mata uang (meningkatkan jumlah uang beredar) dan menggunakannya untuk melakukan pembayaran ke individu dan perusahaan yang menyediakan barang dan jasa. Pada akhir tahun 1921, jumlah uang beredar mulai meningkat dengan cepat, dan begitu pula tingkat harga.

Pada 1923, situasi anggaran pemerintah jerman jauh memburuk. Awal tahun itu, Prancis menyerang Ruhr, karena Jerman telah gagal untuk membuat pembayaran reparasi yang dijadwalkan. Pemogokan umum di wilayah itu terjadi untuk memprotes tindakan Prancis, dan secara aktif, pemerintah Jerman mendukung  “perlawanan pasif” ini dengan melakukan pembayaran kepada pekerja mogok. Akibatnya, pengeluaran pemerintah pemerintah naik secara dramatis, dan mata uang dicetak pemerintah di tingkat yang lebih cepat untuk membiayai pengeluaran ini. Hasil ledakan jumlah uang beredar adalah bahwa tingkat harga meroket, yang menyebabkan tingkat inflasi selama 1923 yang melampaui 1 juta persen!

Invasi Ruhr dan pencetakan mata uang untuk membayar para pekerja mogok sesuai dengan sifat-sifat suatu peristiwa eksogen. Kebalikan penyebab (bahwa kenaikan tingkat harga menyebabkan Prancis menyerang Ruhr) ini sangat tidak masuk akal, dan sulit membayangkan faktor ketiga yang bisa menjadi kekuatan pendorong di belakang kedua ledakan inflasi dan jumlah uang beredar. Oleh karena itu, hiperinflasi Jerman memenuhi syarat sebagai “eksperimen terkontrol” yang mendukung proposisi Friedman bahwa inflasi adalah fenomena moneter.

(terjemahan dari buku The Economics of Money, Banking, and Financial Markets ed. 8 karya Frederic S. Mishkin)

November 2, 2009

Kopi Jawa (Dulu) Berkelas Dunia

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — galih adhidharma @ 11:12 pm

Menjelang petang akhir pekan di Jalan Braga, Bandung, tiga gadis Belanda, Annelieke, Lisette, dan Esther, dari Leiden melepas lelah setelah berkeliling kota tua dengan minum kopi. ”Let’s have a cup of Java”, mari minum secangkir kopi jawa adalah undangan minum kopi yang populer bagi orang Eropa dan Amerika.

Minum kopi masih menjadi kebiasaan bagi orang Eropa daratan dan Amerika, tidak ubahnya minum teh pada sore hari bagi orang Inggris. ”We do love coffee,” kata Annelieke singkat.

Selama empat bulan berada di Jawa medio tahun 2007, kopi menjadi salah satu menu minuman harian mereka.

Itulah sepenggal riwayat tidak terpisahkan kopi jawa bagi orang kulit putih. Kopi jawa dulu menjadi primadona yang diangkut dari perkebunan dataran tinggi melalui Jalan Raya Pos (De Grote Postweg) untuk diekspor ke Eropa. Kopi jawa adalah salah satu primadona seperti kina, tebu, teh, dan karet yang kini pamornya semakin surut karena sistem budidaya pertanian yang coba sana-coba sini sehingga kehilangan fokus.

Sebagai contoh nyata adalah kerangka beton bangunan bedeng buatan Belanda di tengah sawah dan kebun di sebuah perkampungan di Cadas Pangeran. Pada masa silam, menurut warga, bedeng tersebut merupakan bagian dari kompleks perkebunan kopi yang subur di sekitar wilayah tersebut.

Malaysia tetap melestarikan perkebunan karet dan lada sejak zaman kolonial Inggris hingga pascakemerdekaan tahun 1957, yang tetap lestari sampai saat ini. Sementara, sungguh disayangkan, kopi jawa akhirnya kehilangan pamor karena salah urus dan kebijakan pemerintahan yang tidak tentu arah. Padahal, menurut Widya Pratama, pemilik Aroma Kopi yang didirikan tahun 1930, kopi terbaik di dunia adalah kopi jawa!

”Curah hujan dan tingkat keasaman tanah di Jawa sangat pas untuk budidaya kopi. Jauh lebih baik daripada kopi Amerika Latin ataupun Afrika. Untung sekarang sudah mulai ada kesadaran lagi untuk menanam kopi jawa. Dulu dataran tinggi Lembang merupakan surga perkebunan kopi yang kini tergusur perumahan. Sekarang di Pangalengan sudah mulai dirintis penanaman kopi jawa,” kata Widya.

Manajer Komunikasi PT Sari Coffee Indonesia Yuvlinda Susanta menjelaskan, pihaknya pernah mengenalkan kembali kopi jawa melalui gerainya yang ada di seluruh dunia. ”Secara kualitas memang sangat bagus. Tetapi dari sisi kuantitas selanjutnya tidak terpenuhi sehingga penjualan terhenti. Kita masih terus mencari upaya untuk mengangkat kembali citra kopi jawa,” kata Yuvlinda.

Berawal dari tanam paksa

Kejayaan kopi jawa berawal dari penerapan tanam paksa (Cultuur Stelsel) masa Gubernur Jenderal Johannes van Den Bosch (berkuasa 1830-1833). Peter Boomgard dalam buku Anak Jajahan Belanda Sejarah Sosial dan Ekonomi Jawa 1795-1880 mencatat bahwa tanam paksa mewajibkan petani mengalokasikan seperlima lahan untuk tanaman bagi pasar Eropa, yaitu kopi, tebu, nila, teh, dan tembakau.

Sungguh indah Jawa tempo dulu. Betapa pertanian dan perkebunan dikelola secara terarah meski ada praktik korupsi serta pengisapan di kalangan elite penguasa Bumiputera.

Alfred Russel Wallace, sang naturalis terkenal yang namanya diabadikan sebagai garis pemisah untuk membedakan keragaman fauna di sebelah barat dan timur Nusantara, bahkan mengklaim Jawa sebagai the finest tropical island in the world atau pulau tropis terbaik di dunia. Wallace berkelana selama tiga setengah bulan di Jawa pada tahun 1861.

”Pulau tersubur, terpadat, dan terindah di seluruh tropis. Begitu banyak gunung berapi memberkahi Jawa dengan tanah yang subur,” kenang Wallace.

Dalam Java a Traveller’s Anthology disebutkan, Wallace mengunjungi kebun kopi di Wonosalem di kaki Gunung Arjuna—tak jauh dari Surabaya. Wallace mengumpulkan spesimen burung merak di Wonosalem.

Wallace dalam jurnal yang diterbitkan 1869 memuji-muji sistem pemerintahan kolonial Hindia Belanda yang tetap mempertahankan keberadaan elite lokal di tingkat desa, para bupati, budidaya perkebunan kopi dan teh, keindahan alam, serta candi-candi Jawa yang lebih indah daripada India dan peninggalan purbakala di Amerika Latin wilayah jajahan Inggris.

Eksotisme Jawa dikenal di dunia Barat, terutama lewat hasil buminya, kopi. Widya Pratama menambahkan, kopi jawa dari jenis Arabica ataupun Robusta memiliki kualitas premium di dunia.

”Tetapi, biji kopi harus disimpan lima tahun untuk jenis Robusta dan delapan tahun bagi kopi Arabica untuk selanjutnya diproses demi mendapatkan rasa terbaik. Dari seratus kilogram biji kopi (berry) kering akan didapat sekitar 80 kilogram bubuk kopi yang bebas dari rasa masam. Memasak biji kopi jawa pun seharusnya menggunakan kayu bakar dari pohon karet dan disangrai di dalam sebuah wadah berbentuk globe. Sayang, banyak pengusaha kopi Jawa yang sekarang tidak mematuhi kaidah tersebut dan mengejar omzet belaka tanpa memedulikan mutu,” kata Widya.

Demi membangkitkan kembali kejayaan kopi jawa, Widya mulai merintis penanaman kembali kopi di sekitar Pangalengan dengan bermitra petani lokal. Kopi jawa terbaik hanya dipanen setahun sekali. Dia menyayangkan hilangnya perkebunan kopi di Lembang dan sekitar Cadas Pangeran. Kini, perlahan tetapi pasti, pamor kopi jawa mulai dibangkitkan oleh pelaku bisnis meski jauh dari perhatian pemerintah!

Rabu, 20 Agustus 2008 | 03:00 WIB

KOMPAS

Oktober 29, 2009

“Maka, sekali kamu belajar, beres untuk selamanya!”

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag:, , — galih adhidharma @ 5:47 pm

Belajar merupakan sebuah kewajiban manusia dari kecil hingga tumbuh dan berakhir di liang lahat. Namun, apakah proses belajar itu menyenangkan? Menurut saya, tidak! Belajar is boring thing! Belajar sangatlah membosankan, membaca, menghafal, memahami, mengerjakan soal, menjelaskan… Semuanya adalah hal yang menjemukan. Benar-benar menjemukan. Belajar juga membutuhkan waktu yang sangat lama. Sangat menyebalkan, padahal saya ingin segera menguasai materi.

Sebenernya, bagaimana cara untuk membuat kita pintar, tapi main jalan terus? Hm…padahal saya orang yang sangat malas. Ada tips dari dosen saya yang mana beliau mengatakan bahwa jika kamu sedang belajar, belajarlah secara total dan jika kamu sedang main, mainlah secara total. Sebuah nasihat yang asoy banget bukan? Mulailah saya memikirkan hal tersebut. Bagaimana?

Buku-buku yang dianjurkan dosen sebagai teks book memang sangat tebal. Akibat dari ketebalannya, mahasiswa menjadi sangat malas untuk membacanya. Bahkan membawanya pun enggan karena beratnya. Jika akan membacanya, niscaya sebagian besar dari mahasiswa pasti akan pusing(wah kalo yang ini lebay). Jika teks yang ada di buku berbahasa Inggris, untuk sebagian mahasiswa bisa muntah darah(tambah lebay). Butuh waktu yang lama untuk bisa menguasai materi yang ada di buku itu. Apalagi perlu dicatat bahwa sebenarnya sebagian besar yang diomongkan di dalam buku-buku tebal tersebut adalah sampah! Saya berani mengatakannya karena memang beberapa buku berisi kalimat yang bertele-tele dan basa-basi, sehingga memakan waktu lama dan tidak efektif.

Belajar merupakan hal yang terjadi secara terus-menerus dan kita menyadarinya. Belajar juga merupakan kegiatan yang membosankan dan kita juga menyadarinya. Tetapi, bermain merupakan kegiatan yang menyenangkan dan semua orang menginginkannya terus-menerus(maunya?). Jadi, jika kita menyadarinya, maka kita perlu menyiapkan strategi yang tepat untuk mengurangi waktu belajar kita dan menambah waktu bermain kita(asyik!).

Begini tipsnya :

dari setiap bab di buku…

1.  Cari minimal 1 intinya, artinya bisa jadi intinya lebih dari 1 (mau tidak mau kita harus membacanya secara keseluruhan, males banget, tapi lakukan saja cuma sebentar aja kok).

2. Jika ada kurvanya atau ilustrasinya(semacam grafik) maka fokuskan ke grafik tersebut dan coba diuraikan. Perhatikan juga nama dari sumbu X dan Y-nya(karena 2 hal itulah yang membunyikan maksud dari grafik).

“Maka, sekali kamu belajar, beres untuk selamanya!”

3. Catat apa-apa yang ada di butir nomor 1 dan 2 di buku tulis. Ingat 1 buku tulis untuk 1 mata kuliah/pelajaran.

“Maka, sekali kamu belajar, beres untuk selamanya!”

4. Lakukan itu secepat mungkin, dan segera bermain!

5. Jangan lakukan butir nomer 1, 2, dan 3 lebih dari 1 bab setiap hari!

Jika kamu masih merupakan mahasiswa yang datang kuliah untuk mendengarkan dosen, maka kunolah kamu! Dosen itu kebanyakan tidak memberikan hal-hal yang penting bagi kita. Jadi lebih baik tidur saja.

Intinya, belajar itu sedikit saja. Tidak perlu banyak-banyak. Cukup yang efektif dan efisien. Karena yang terpenting adalah kualitas dan bukan kuantitasnya.

Oktober 26, 2009

10 Kamera SLR

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — galih adhidharma @ 11:39 pm

1. Nikon D90

nikon-d90

Max. Megapixels: 12.3 Megapixels
Optical Zoom: 6X Zoom
Jangkauan Zoom Minimal (mm): 18
Jangkauan Zoom Maksimal (mm): 105
Berat (ons): 40.5
Slot Media: SD Card
Nilai dari PCWorld: 88
Harga: Rp 10,700,000 (Body) dan Rp 13,700,000 (Kit)

2. Canon EOS 50D

canon_eos_50D_front

Max. Megapixels: 15.1 Megapixels
Optical Zoom: 11X Zoom
Jangkauan Zoom Minimal (mm): 18
Jangkauan Zoom Maksimal (mm): 200
Berat (ons): 50.6
Slot Media: CompactFlash
Nilai dari PCWorld: 87
Harga: Rp 10,550,000 (Body) dan Rp 14,400,000 (Kit/17-85IS)

3. Canon EOS Rebel XSI SLR

canon-eos-rebel-xsi-dslr

Max. Megapixels: 12.2 Megapixels
Optical Zoom: 3X Zoom
Jangkauan Zoom Minimal (mm): 18
Jangkauan Zoom Maksimal (mm): 55
Berat (ons): 25.8
Slot Media: SD Card
Nilai dari PCWorld: 86
Harga: $559.00 – $825.95

4. Canon EOS 40D

canoneos40d

Max. Megapixels: 10.1 Megapixels
Optical Zoom: 4.8X Zoom
Jangkauan Zoom Minimal (mm): 28
Jangkauan Zoom Maksimal (mm): 135
Berat (ons): 48.8
Slot Media: CompactFlash
Nilai dari PCWorld: 85
Harga: Rp 8,900,000 (Body) dan Rp 13,200,000 (Kit/17-85IS)

5. Sony Alpha DSLR-A300

DSLR-A300_wSAL1870_380w

Max. Megapixels: 10.2 Megapixels
Optical Zoom: 3.8X Zoom
Jangkauan Zoom Minimal (mm): 18
Jangkauan Zoom Maksimal (mm): 70
Berat (ons): 32.8
Slot Media: CompactFlash, Memory Stick
Nilai dari PCWorld: 85
Harga: Rp 6,320,000 (Kit) dan Rp 8,600,000 (Doublekit)

6. Olympus Evolt E-510 Black Digital Camera Kit

olympus_evolt_e510_03

Max. Megapixels: 10 Megapixels
Optical Zoom: 3X Zoom
Jangkauan Zoom Minimal (mm): 28
Jangkauan Zoom Maksimal (mm): 84
Berat (ons): 26.7
Slot Media: CompactFlash, xd-Picture Card
Nilai dari PCWorld: 85
Harga: $449.00 – $569.99

7. Olympus E3

oe3

Max. Megapixels: 10.1 Megapixels
Optical Zoom: 5X Zoom
Jangkauan Zoom Minimal (mm): 24
Jangkauan Zoom Maksimal (mm): 120
Berat (ons): 52.6
Slot Media: CompactFlash, xd-Picture Card
Nilai dari PCWorld: 84
Harga: $1235.00 – $1399.99

8. Canon EOS Rebel XS

Canon-EOS-Rebel-XS-1000D-Digital-SLR-Camera

Max. Megapixels: 10.1 Megapixels
Optical Zoom: 3X Zoom
Jangkauan Zoom Minimal (mm): 18
Jangkauan Zoom Maksimal (mm): 55
Berat (ons): 28
Slot Media: SD Card
Nilai dari PCWorld: 83
Harga: Rp 4,500,000 (Kit) dan Rp 5,450,000 (Doublekit)

9. Pentax K20D

pentax-k20d

Max. Megapixels: 14.6 Megapixels
Optical Zoom: 3X Zoom
Jangkauan Zoom Minimal (mm): 18
Jangkauan Zoom Maksimal (mm): 55
Berat (ons): 36.5
Slot Media: SD Card
Nilai dari PCWorld: 83
Harga: Rp 13,990,000 (Kit)

10. Nikon D60

nikon-d60-dslr-camera

Max. Megapixels: 10.2 Megapixels
Optical Zoom: 3X Zoom
Jangkauan Zoom Minimal (mm): 18
Jangkauan Zoom Maksimal (mm): 55
Berat (ons): 28.8
Slot Media: SD Card
Nilai dari PCWorld: 83
Harga: Rp 5,150,000 (Body) dan Rp 6,500,000 (Kit/18-55VR ditambah 4G)

Galih Adhidharma

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — galih adhidharma @ 10:55 am

Hati yang selalu menuju kepada kebajikan dan kebenaran yang terbaik.

Galih berasal dari kata jawa yang memiliki arti hati, perasaan, yang terdalam. Sehingga kata galih merupakan kata yang berarti hati yang terdalam. Perasaan terhalus yang dimiliki setiap manusia yang menginginkan kebaikan.

Adhi berasal dari kata sansekerta memiliki arti sebagai unggul, lebih. Kata ini berbeda dengan kata adi karena adi berarti pertama.

Dharma yang juga dari bahasa Sansekerta “dhr” berarti mengatur, menuntun atau memangku. Sehingga kata dharma mengandung arti sesuatu yang mengatur, menuntun. Hal ini dalam kehidupan manusia memiliki arti ajaran, kewajiban atau aturan-aturan yang mengatur, menuntun manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup.

Makna nama ini sungguh sangatlah dalam.

Oktober 25, 2009

Situs Porno yang Berbahaya

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag:, , , — galih adhidharma @ 11:02 am

wah judulnya sangat kontroversial dan memancing ya? hhahaha… yang penting blog ini tidak memuat elemen-elemen erotis.

Memang sebagai langkah awal dalam memperbaiki moral bangsa ini adalah melalui jalur informasinya. Melalui internet misalnya. Internet merupakan media sharing yang sangat besar dan informasinya up to date. luar biasa. sebuah potensi yang mengerikan. Apalagi jika internet ditunggangi oleh hal-hal yang dapat merusak moral bangsa. semacam pornografi. tidak dapat dipungkiri bahwa yang namanya file-file dengan isi yang aduhai tersebar luas dan bahkan dengan mudah dapat kita temui di dunia gaib ini. mulai dari gambar, cerita, hingga video, semua ada. mengerikan.

sepertinya agak susah jika menkominfo ingin memblokir situs porno di dunia. terlalu banyak. dan licin seperti belut. hilang satu tumbuh seribu dan bisa muncul di situs yang tidak disangka-sangka sebelumnya. maka dari itu, langkah awal untuk memblokir situs-situs porno terbesar patut kita acungi jempol. kita harus percaya bahwa 10.000 langkah itu diawali dengan 1 langkah kecil. perlahan-lahan tapi pasti.

semoga rencana menkominfo dijalankan dengan sistematis dan terencana dengan bersih dan penuh kerja keras. kita tunggu hasilnya.

Oktober 24, 2009

Program 100 Hari Tim Ekonomi : Released!!!

Diarsipkan di bawah: Berita Ekonomi — galih adhidharma @ 10:00 am

JAKARTA, KOMPAS.com — ”Pekerjaan besar belum selesai,” demikian penggalan dari sambutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seusai dilantik, Selasa (20/10). Sebuah ungkapan bahwa para menteri, khususnya menteri-menteri ekonomi, punya tugas besar menyelesaikan pekerjaan besar yang belum tuntas itu.

Berikut beberapa menteri ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu II, Kamis di Jakarta, memaparkan tekad mereka menyelesaikan tugas besar tadi, khususnya dalam 100 hari mendatang

Menteri Pertanian Suswono

Menteri Pertanian Suswono menyatakan, dalam 2,5 bulan ke depan pihaknya akan memprioritaskan audit lahan pertanian. ”Selama ini luas lahan baku pertanian (untuk komoditas padi) selalu disebutkan 7 juta hektar. Apa itu benar? Padahal, menurut data alih fungsi lahan pertanian ke nonpertanian, tiap tahun mencapai 100.000 hektar dan pencetakan sawah baru minim,” ujar lulusan sarjana peternakan IPB itu.

Dengan mengetahui luas lahan baku yang sesungguhnya, akan memudahkan mengambil kebijakan yang tepat. ”Kalau dananya memungkinkan, ini bagian dari langkah strategis yang akan saya lakukan,” ungkap master di bidang manajemen agribisnis IPB ini.

Selain audit lahan, Suswono menjanjikan akan menambah lahan garapan petani. Selama ini rata-rata lahan garapan petani 0,3 hektar. Dengan luas lahan garapan sesempit itu, tidak mungkin petani bisa kaya.

”Tentu harus ada peningkatan status dan luas garapan lahan petani, caranya dengan melakukan reforma agraria. Meski tidak berarti petani harus memiliki lahan tersebut, tetapi setidaknya ada peningkatan lahan garapan. Idealnya lahan garapan petani 2 hektar,” jelas Suswono. Dia akan bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional.

Dan yang tidak kalah pentingnya adalah mendorong peningkatan nilai tambah dari komoditas petani. Selama ini produk pertanian yang dijual atau ekspor dalam bentuk komoditas primer, yang tidak memberikan nilai tambah dan menumbuhkan industri pengolahan.

Indonesia harus memiliki industri pascapanen yang unggul, yang mengolah produk-produk pertanian lokal supaya berdaya saing dan menciptakan nilai tambah. Visi pertanian yang akan dicanangkan Suswono adalah Pertanian Industrial Unggul Berkelanjutan, yang Berbasis Sumber Daya Lokal untuk Meningkatkan Nilai Tambah, Daya Saing, dan Kesejahteraan Petani.

Menperin Mohamad Suleman (MS) Hidayat

MS Hidayat menargetkan tingkat pertumbuhan industri dalam 5 tahun mencapai 6 persen. ”Hal tersebut bisa dicapai dengan menguatkan pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan dan energi, serta komunikasi dan birokrasi,” tegasnya.

Tiga sektor industri unggulan yang bisa dimaksimalkan dalam mewujudkan target tersebut adalah kelompok industri tekstil dan elektronik, logam, dan industri kreatif berbasis budaya.

”Sinergi yang baik antara Departemen Perindustrian, Perdagangan, Pertanian, dan Keuangan akan menjadi pilar utama dalam merealisasikan tingkat pertumbuhan industri yang ditargetkan itu,” ujar Hidayat yang sebelumnya menjabat Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri periode 2008-2013.

Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh

Darwin bertekad, dalam seratus hari ke depan ia akan menginventarisasi persoalan seputar energi dan sumber daya mineral secara umum maupun tantangan yang dihadapi di lingkungan internal departemen yang dipimpinnya.

Beberapa prioritas ke depan adalah bagaimana meningkatkan produksi migas dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Salah satu kendala adalah Indonesia masih bergantung pada luar negeri atau impor dalam memenuhi kebutuhan minyak siap guna atau minyak jadi.

Untuk itu, diversifikasi dan konservasi merupakan alternatif terbaik menghadapi kondisi energi saat ini. Dengan memakai energi terbarukan seperti panas bumi, Indonesia mampu memenuhi tuntutan pasokan energi seperti pembangunan listrik 10.000 megawatt.

Selain itu, penggunaan energi alternatif seperti batu bara (meski tidak terbarukan tetapi bersifat nonminyak) akan ditingkatkan untuk mengurangi ketergantungan pada penggunaan minyak bumi tahun 2015.

Dia juga akan melaksanakan reformasi birokrasi. Melalui reformasi birokrasi, ia akan memosisikan diri pada tempat yang sesuai dan bertanggung jawab terhadap jabatan yang diemban.

Mennakertrans Muhaimin Iskandar

Ada tiga prioritas terkait ketenagakerjaan dalam 100 hari kerja pertama. Ketiga prioritas itu adalah komunikasi tripartit yang intensif demi iklim yang kondusif, penciptaan lapangan kerja baru yang memenuhi kenaikan kualitas hidup pekerja, dan optimalisasi pelayanan terhadap tenaga kerja Indonesia.

Muhaimin akan meningkatkan koordinasi, antara lain dengan Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Luar Negeri, serta Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) untuk mengoptimalkan prioritas kerja tersebut.

TKI, terutama di sektor informal, harus dihormati, dilayani, diberi bantuan, dan perlindungan untuk mendapat hak mereka di negara penempatan. ”Saya akan memantapkan lagi dengan Departemen Luar Negeri untuk negara-negara yang menjadi tujuan penempatan TKI. Dengan ada perbaikan (pelayanan TKI) di dalam negeri akan diikuti peningkatan penghargaan terhadap TKI di luar negeri.”

Prioritas lainnya adalah memacu kompetensi pekerja agar memenuhi kebutuhan pasar kerja. Upaya akan dilakukan dengan mengoptimalkan balai-balai latihan kerja sesuai standar kompetitif di pasar kerja. Pemerintah pusat akan meningkatkan kerja sama dengan gubernur di daerah sentra TKI.

Peningkatan kualitas program transmigrasi juga akan menjadi perhatian Muhaimin, mulai dari persiapan penempatan, pengembangan masyarakat, dan kawasan transmigrasi.

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad

Ada tiga program prioritas yang akan dilaksanakan, yakni peningkatan pendapatan nelayan dan fasilitas infrastruktur di daerah pesisir. Selain itu, pengelolaan pulau-pulau, termasuk penyelesaian penamaan pulau.

Menurut Fadel, nelayan yang merupakan obyek utama dari negara maritim harus didorong memiliki pendapatan yang lebih besar. Oleh karena itu, insentif kepada nelayan harus diberikan.

Berkaitan dengan itu, pihaknya akan mengatur mekanisme penjualan ikan dengan harga lebih tinggi serta membuka akses pasar bagi produk nelayan.

”Mekanisme pemasaran hasil tangkapan harus diatur kembali agar nelayan pada lini yang terbawah mendapat harga yang wajar,” ujar Fadel.

Dia akan mulai berkoordinasi dengan Departemen Pekerjaan Umum, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, serta Pertamina untuk penyediaan infrastruktur bagi nelayan. Di antaranya dengan pembangunan jalan di desa nelayan untuk memudahkan transportasi, serta penambahan BBM.

”Upaya mendorong kesejahteraan nelayan dan membangun departemen ini tidak mungkin dilakukan sendirian,” ujar Fadel.

Menteri Negara Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa

Penyediaan perumahan rakyat masih menghadapi sejumlah kendala. Karena itu, langkah pertama yang dilakukan adalah pemetaan pasar, mencakup pasokan dan permintaan rumah, serta mengefektifkan daya serap pasar. Dia akan melakukan klasifikasi masyarakat yang memperoleh subsidi dan harus memiliki pendapatan tetap.

”Jangan sampai ketika sudah diberikan subsidi atau bantuan, ternyata tertahan di tengah jalan, karena sudah pensiun atau daya beli berkurang. Jadi kontinuitas dari daya beli harus dilihat,” ujarnya.

Suharso menambahkan, dia akan mengkaji mengenai masalah bank tanah (land bank) dan ketersediaan lahan. Perlu ada pencadangan tanah untuk perumahan, dan ini terkait dengan perencanaan kota.

Langkah berikutnya, tahap pembangunan dan upaya menekan biaya pembangunan. Langkah ketiga, memetakan daya beli masyarakat, apakah bisa mencicil selama 5, 10, atau 15 tahun. ”Untuk masyarakat dengan daya beli rendah, perumahan akan dialihkan pada rumah susun sederhana sewa,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan mengefektifkan koordinasi antardepartemen. Selain itu, akan dilakukan evaluasi terhadap harga rumah susun sederhana milik dan rumah sederhana sehat.

Koordinasi Menteri Ekonomi Diperbaiki

Diarsipkan di bawah: Berita Ekonomi — galih adhidharma @ 9:42 am

JAKARTA, KOMPAS.com-Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam Kabinet Indonesia Bersatu II diberikan mandat untuk lebih banyak menangani hambatan dalam urusan ekonomi. Selain itu, juga akan menajamkan koordinasi antardepartemen dan sinkronisasi kebijakan.

Demikian dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa ketika berkunjung ke Redaksi Harian Kompas, Jumat (23/10). Pernyataan dari Hatta sekaligus untuk menjawab keraguan di masyarakat atas kompetensinya.

Hatta mengatakan, pemerintah mencanangkan ekonomi tumbuh 7 persen tahun 2014. Untuk mewujudkannya, antara lain dibutuhkan investasi yang tidak hanya dari pemerintah.

”Pemerintah tidak akan sanggup memenuhinya. Terlebih, pemerintah harus fokus membangun infrastruktur desa yang tidak dilirik investor swasta karena pengembalian modal rendah,” katanya.

Persoalannya, investasi swasta tidak sederas harapan karena tingginya risiko. ”Ambil contoh, UU Pelayaran dan Kereta Api telah menghapus monopoli dan membuka pintu investasi swasta, ternyata juga tak merealisasikan investasi swasta. Tugas saya mengoordinasikan langkah-langkah jalan keluar,” ujarnya.

Hatta menegaskan, hari Sabtu-Minggu ini dia akan langsung bekerja dengan menggelar rapat bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk menginventarisasi berbagai simpul permasalahan untuk diselesaikan dengan segera.

”Roadmap” Kadin

Secara terpisah, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, sebagian besar Roadmap 2015 dan Visi Industri 2030 yang dipersiapkan Kadin akan diakomodasi. Sebab, membangun pertumbuhan industri hanya dapat dilakukan dengan mengedepankan 10 kluster yang sudah disiapkan Kadin.

Menurut Hidayat, untuk mencapai sinergi industri pengolahan supaya menghasilkan nilai tambah, Presiden sudah menugaskan untuk memperkuat koordinasi dengan Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, dan Menteri Keuangan, serta Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Sektor finansial juga diminta untuk mendorong program pemerintah, terutama masalah infrastruktur. Kebijakan pemerintah juga akan diupayakan tidak terjadi lagi kontraproduktif.

Persoalan energi memang menjadi kendala yang tak pernah tuntas. Karena itulah pasokan energi harus terselesaikan dalam waktu dekat. Industri kreatif berbasis budaya pun akan menjadi perhatian pemerintah.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengatakan, dalam lima tahun ke depan pariwisata tidak dapat lepas dari Bali sebagai ikon Indonesia. Karena itu, program akan dinamakan Bali Beyond.

Yang terpenting, kata Jero Wacik, Presiden sedang menggodok agar Departemen Kebudayaan dan Pariwisata tidak di bawah Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, melainkan di bawah Menteri Koordinator Perekonomian.

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.